PERHATIKAN DAN DIWASPADAI INI PADA BULAN RAMADHAN!

0
192

Oleh : Mutia Kartika Putri dan Aufa Naufa Rishanda

Bulan yang dinantikan oleh masyarakat muslim di Indoneisa telah tiba. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan bukan saja momentum untuk berpuasa, tetapi juga momentum untuk meningkatkan keimanan dimana dapat di jumpai pada satu tahun sekali yaitu kurang lebih satu bulan lamanya Bagi ummat Islam maka perlu adanya pembatasan yang di lakukan untuk menjaga diri pada fisik maupun mental. Perlu disadari ada sejumlah perbuatan yang sering terjadi di bulan Ramadhan, sikap waspada penting dipupuk agar tak menjadi korban apalagi menjadi pelaku tindak pidana.

Berikut ini adalah beberapa hal yg penting diperhatikan serta patut diwaspadai selama bulan ramadhan berlangsung karena ada resiko hukumnya:

  1. Menggunakan Kembang Api

Pada bulan Ramadhan banyak sekali warga maupun remaja yang merayakan bulan puasa dengan bermain kembang api dan petasan usai berbuka puasa. Dalam penggunaan nya kembang api dapat dilakukan dengan berdasarkan izin kepolisian. Perusahaan yang memproduksi kembang api pun harus memenuhi syarat tertentu seperti tidak melebihi 20 miligram unsur mesiu dan berdiameter maksimal 2 inci atau sekitar 5,08 sentimeter. Bahwa pada pasal 510 KUHP jo. Perkapolri 17/2017 jo. Juklap /02/XII/ 1995, pengunaan bunga api mempunyai efek ledakan yang berisi lebih dari 20 gram harus memerlukan izin kepada Badan intelejen keamanan polri (Baintelkam).

  1. Larangan Tempat Hiburan Beroperasi

Jenis usaha yang wajib ditutup selama Ramadhan adalah kelab malam, diskotek, mandi uap, mandi pijat, arena permainan ketangkasan, bar (rumah minum). Tempat hiburan yang beroperasi pada saat bulan Ramadhan dapat di salahgunakan bagi para pengunjung nya. Mengenai Larangan beroperasinya tempat hiburan, semua itu dikembalikan lagi pada kebijakan masing-masing pemerintah daerah untuk menutup sementara tempat hiburan tersebut seperti dengan mengeluarkan Peraturan daerah (Perda). Adapun jenis usaha hiburan yang jam operasionalnya disesuaikan selama bulan Ramadhan adalah usaha karaoke eksekutif.

  1. Mencuri di Rumah Kosong

Pada saat bulan Ramadhan berlangsung hingga Idul Fitri banyaknya masyarakat yang meninggalkan rumah untuk melaksanakan ibadah solat serta pulang ke kampung halaman. Tak lepas pula dari budaya mudik yang biasa dilakukan setiap tahunnya saat menjelang Lebaran. Tradisi pulang ke kampung halaman itu biasanya dapat menghabiskan waktu hingga satu minggu lamanya meninggalkan rumah tanpa penghuni. Sehingga menimbulkan maraknya pencurian dirumah-rumah kosong. Apabila ada terjadi insiden pencurian maka pelaku tersebut dapat dikenakan pasal 363 ayat 1 ke 3 KUHP dengan pidana paling lama 7 tahun pidana penjara. Maka perlu adanya kewaspadaan kita selaku pemilik rumah untuk meninggalkan rumah dalam keadaan aman dan terkunci serta dengan menitipkan nomor ponsel ke petugas keamanan perumahan atau ketua RT setempat.

  1. Kegiatan Sahur On The Road

Saat bulan puasa, ada kegiatan-kegiatan tertentu yang sudah seperti tradisi. Salah satunya adalah, Sahur On The Road  (SOTR) yang di beberapa tempat di Indonesia dijadikan sebagai agenda wajib selama bulan Ramadan, biasanya kegiatan ini dilakukan dengan pembagian makanan serta minuman pada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Namun kegiatan ini kemungkinan dapat menggangu atau dapat menghentikan aktivitas lalu lintas jalan, maka perlu adanya izin dari pihak kepolisian yang akan bertugas mengatur lalu lintas jalan berdasarkan pada pasal 135 jo. Pasal 134 Undang-undang LLAJ agar tetap berjalan aman, tertib dan memberikan manfaat bagi semua masyarakat.

Beberapa hal tersebut harus diperhatikan pada bulan ramadhan ini, mungkin masih banyak hal lain yang perlu diperhatikan dan ini hanya sebagian kecilnya saja. Perlu dipahami bahwa hal-hal berikut dapat kita jadikan sebagai acuan untuk membatasi diri dari perbuatan yang melanggar pada ketentuan yang ada, agar terhindar dari resiko hukum yang dapat menjerat serta menhindarkan dari kerugian yang akan menimpa diri kita. Harus di perhatikan dan di pahami bagi seluruh masyarakat, bahwa dengan membatasi diri dari perbuatan yang melanggar pada ketentuan atau aturan hukum yang ada akan menjadikan ibadah yang kita jalankan diterima oleh Allah SWT. Aaamin.

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa! Semoga dimudahkan berpuasa yang berkualitas, penuh dengan lantunan al-Qur’an dan sholat malam serta sedekah. Waspadalah dengan hal-hal yang mengurangi kualitas puasa Anda sehingga berkurang pahalanya atau sirna.

Baca juga : aturan penggunaan pengeras suara di masjid

Profil Penulis : Mutia Kartika Putri dan Aufa Naufa Rishanda

Anggota Bidang Kajian UKM-F Pusat Studi Bantuan Hukum (PSBH) FH Unila periode tahun 2019/2020.

Tinggalkan Balasan