Sejarah

Pusat Studi Bantuan Hukum (PSBH) awalnya merupakan suatu Kelompok kajian setiap hari sabtu (sabtu ceria) yang didirikan pada tahun 1999 dan pada saat itu belum memiliki nama. Kelompok kajian ini terbentuk karena adanya kesadaran berpraktik dimana mahasiswa pada saat itu sadar bahwa banyak teori yang disampaikan oleh dosen pada saat proses kuliah terjadi ketidaksesuaiian dalam praktek.

Selain itu, kelompok kajian ini dibentuk untuk mahasiswa yang beracara di Bidang Konsultasi Bantuan Hukum (BKBH), karena para dosen pada saat itu  jika beracara maka akan melibatakan mahasiswa, dalam pelibatan tersebut banyak mahasiswa yang belum siap dan belum sepenuhnya memahami sehingga tidak jarang aktifitas yang bisa dilakukan mahasiswa pada saat itu hanya mencatat jalanya persidangan, itulah kenapa kelompok diskusi hadir supaya mahasiswa ada kemampuan dan ada kajian.

Oleh karena itu Kelompok kajian ini bertujuan untuk mendekatkan antara das sein dan das sollen melalui kajian dengan metode bedah kasus sehingga harapannya teori-teori hukum dapat membumi dan dapat di implementasikan. Tidak heran jika pada saat itu anggota PSBH adalah mahasiswa hukum yang suka mengkaji sesuatu dan kritis.

Pada saat antusias mahasiswa hukum terhadap kelompok kajian ini semakin banyak maka kemudian kelompok ini dilembagakan. Pada tanggal 1 juni Tahun 2000 barulah PSBH mendapatkan Surat Keputusan tentang pendirian lembaga oleh Dewan Eksekutif mahasiswa. Pada saat berdirinya PSBH merupakan UPT yang paling lengkap secara administrasi karena sudah ada lambang, ADART, dan Pengurus.

Pada awal kiprahnya di kancah nasional PSBH sudah menandai prestasinya dengan perolehan juara 3  pada National Moot Court Competition Piala Mutiara Djoko Soetono di Universitas Indonesia tahun 2001. Berikut prestasi yang pernah diraih oleh UKM-F PSBH FH Unila :

  1. Juara 3 National Moot Court Competition Piala Mutiara Djokosoetono I di Universitas Indonesia Tahun 2001 sekaligus meraih predikat Majelis Hakim Terbaik.
  2. Juara 1 National Moot Court Competition Piala Mutiara Djokosoetono III di Universitas Indonesia tahun 2003 sekaligus meraih predikat Penasehat Hukum terbaik.
  3. Juara 1 National Moot Court Competition Piala Mutiara Djokosoetono di Universitas Indonesia tahun 2005 sekaligus meraih predikat Panitera terbaik.
  4. Finalis IV Besar National Moot Court Competition Piala Prof Soedarto III di Universitas Diponegoro tahun 2011.
  5. Juara II National Moot Court Competition Piala Kejaksaan Agung IV di Universitas Pancasila Jakarta tahun 2014, sekaligus meraih predikat Majelis Hakim terbaik, Jaksa Penuntut Umum terbaik, dan Berkas Terbaik.
  6. Finalis IV besar National Moot Court Competition Piala Prof Soedarto V di Universitas Diponegoro tahun 2015.
  7. Juara I National Moot Court Competition Anti Money Laundering 2016 di Universitas Trisakti, sekaligus meraih gelar Majelis Hakim Terbaik, Penuntut Umum Terbaik, Penasehat Hukum Terbaik, dan Panitera Terbaik.
  8. Juara II Kompetisi Peradilan Semu Tingkat Nasional Piala Ketua Mahkamah Konstitusi tahun 2016.
  9. Finalis Business Law Competition Universitas Pelita Harapan tahun 2017.
  10. Pemberi Keterangan Terbaik pada Constitutional Moot Court Competition Piala Mahkamah Konstitusi tahun 2017.
  11. Finalis International Moot Court Competition Phillip C. Jessup di Universitas Udayana tahun 2018.
  12. Finalis International Humanitarian Law di Universitas Katolik Parahyangan tahun 2018.
  13. Juara III Constitusional Moot Court Competition Piala Ketua Mahkamah Konstitusi V di Universitas Tarumanegara tahun 2018, sekaligus meraih predikat Pemohon Terbaik dan Berkas Terbaik.
  14. Finalis IV Besar National Moot Court Competition Anti Money Laundering V Universitas Trisakti Tahun 2018 dan mendapat predikat Majelis Hakim Terbaik, Penuntut Umum Terbaik, Penasihat Hukum Terbaik, Saksi dan Ahli Terbaik, serta Panitera Terbaik.