Klinik Hukum: Apakah Pemutusan Wifi Secara Sepihak oleh Konsumen Merupakan Wanprestasi?

0
54

Perkembangan teknologi yang kian pesat berbanding lurus dengan kebutuhan masyarakat terhadap layanan untuk dapat mengakses teknologi, baik untuk keperluan komunikasi maupun informasi. Hal ini merupakan salah satu pendorong bagi badan hukum atau badan usaha lainnya untuk menyediakan layanan jasa telekomunikasi dan informasi layanan data. Dewasa ini, banyak masyarakat yang menggunakan layanan internet dengan cara berlangganan melalui pemasangan Wi-Fi. Masyarakat yang ingin menggunakan layanan internet terlebih dahulu harus melakukan pendaftaran untuk melakukan kontrak berlangganan dengan penyelenggara layanan telekomunikasi dan jaringan. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) memberikan kebebasan kepada pihak-pihak (dalam hal ini masyarakat/konsumen dan pelaku usaha/penyelenggara jasa) untuk membuat suatu perjanjian baik secara tertulis maupun secara lisan dengan catatan harus memenuhi syarat-syarat sahnya suatu perjanjian seperti yang diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata, yaitu adanya sepakat mereka yang mengikatkan dirinya, kecakapan untuk membuat perikatan, hal tertentu, dan suatu sebab yang halal.

Adanya perjanjian berlangganan antara konsumen dengan penyelenggara jasa telah sesuai dengan asas kebebasan berkontrak yang diatur dalam pasal 1338 KUHPerdata yang menyatakan bahwa: “Semua persetujuan yang dibuat sesuai dengan undang undang yang berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya persetujuan itu tidak dapat ditarik kembali selain dengan kesepakatan kedua belah pihak atau karena ada alasan alasan yang ditentuakan oleh undang-undang persetujuan harus dilaksanakan dengan itikad baik.”. Perjanjian merupakan suatu kesepakatan antara 2 (dua) pihak atau lebih yang dapat menimbulkan, memodifikasi, atau menghilangkan hubungan hukum. Masing-masing pihak, yaitu pihak konsumen dan pihak penyelenggara jasa memiliki hak dan kewajiban yang termaktub dalam perjanjian. Ketika para pihak telah membuat, menyepakati, dan menandatangani suatu perjanjian, maka para pihak tersebut telah terikat dan harus memenuhi kewajiban yang telah disepakati untuk memperoleh hak berdasarkan perjanjian tersebut.

Sekalipun para pihak telah sepakat dan terikat terhadap isi perjanjian, tidak menutup kemungkinan bahwa perjanjian tidak berjalan dengan baik karena adanya pihak tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana yang telah tertuang dalam perjanjian. Tidak terpenuhinya kewajiban atau pelanggaran terhadap perjanjian dikenal dengan istilah wanprestasi. Wanprestasi adalah tindakan debitur (pihak yang berjanji untuk melakukan sesuatu) tidak memenuhi prestasi yang telah disepakati dalam perjanjian. Prestasi yang dimaksud dalam hal ini adalah suatu hal yang wajib dipenuhi oleh debitur. Sehingga, untuk menentukan apakah perbuatan debitur termasuk ke dalam wanprestasi dapat dilihat dari isi perjanjian telah disepakati.

Dalam hal penggunaan jasa layanan internet, antara penyelenggara jasa yang satu dan yang lain dapat merumuskan prestasi yang berbeda terhadap masing-masing konsumennya. Mengutip pendapat Muhammad Samsul, secara umum wanprestasi yang sering kali dilakukan oleh pihak konsumen di antaranya:

  1. Konsumen terlambat membayar iuran bulanan;
  2. Konsumen sama sekali tidak membayar iuran bulanan;
  3. Konsumen melakukan pemutusan/berhenti berlanganan sebelum kontrak berlanganan tersebut selesai;
  4. Konsumen melakukan kerusakan terhadap alat alat yang disediakan produsen secara sengaja.

Sekalipun pemutusan Wi-Fi secara sepihak oleh konsumen secara umum dapat dimaknai sebagai wanprestasi, namun perlu diingat kembali apakah hal tersebut tertuang di dalam perjanjian antara konsumen dengan penyelenggara jasa. Apabila terjadi wanprestasi, pihak yang dirugikan dapat mengajukan klaim untuk memperoleh ganti kerugian akibat wanprestasi yang dilakukan oleh pihak yang lain. Akibat dari wanprestasi diatur dalan Pasal 1243 KUHPerdata, bahwa pihak yang melakukan wanprestasi harus mengganti kerugian yang diderita oleh pihak lainnya apabila tetap tidak melaksanakan kewajibannya setelah diberitahukan bahwa ia telah melakukan wanprestasi.

Tinggalkan Balasan