Ketika

0
19

Oleh Esa Lintang

 

Ketika dewan hanya berpikir soal harta

Ketika kuasa menjadi ladang hura-hura

Ketika perebutan kursi menjadi gerilya

Maka di sana lah sebuah asa tak lagi ada

 

Ketika mimpi menjadi sebuah ironi

Ketika kebenaran hanya sekadar opini

Ketika hukum hanya melihat saksi

Maka ideologi telah kehilangan jati diri

 

Ketika bersuara dianggap salah

Ketika diam dianggap sampah

Ketika berontak dianggap musuh

Maka di sana lah keadilan telah begitu lusuh

 

Ketika buruh berhenti berkoar

Ketika mahasiswa tak lagi berkobar

Ketika rakyat kehilangan rasa sabar

Maka apakah negeri ini telah benar-benar

menjadi besar?

Tinggalkan Balasan