Angsa Hitam yang Mengguncang Ibu Pertiwi

0
115

Oleh: Aling Mai Linda Sari Putri

Penyebaran COVID-19 ke berbagai negara lebih cepat dibandingkan kawasan yang berdekatan dengan sumber virus tersebut. Kondisi ini mengkhawatirkan karena akan berdampak signifikan pada ekonomi. Bursa global dan regional juga ikut terkoreksi akibat wabah virus corona yang sudah menyebar ke beberapa negara. COVID-19 ini seperti menjadi angsa hitam (Black Swan) atau sesuatu yang langka dan memiliki dampak besar terhadap perekonomian dunia.

Dikutip dari Radioidola.com, black swan theory menggambarkan peristiwa yang mengejutkan, memiliki pengaruh besar, dan sering dirasionalisasikan sebagai sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Hal ini dielaborasi lebih lanjut oleh Joseph Calandro Jr dalam jurnalnya yang berjudul “A Leader’s Guide to Strategic Risk Management”, pada tahun 2015. Ia menjelaskan bahwa organisasi masih berkutat dalam mengelola knowable risks, tetapi sering mengalami kesulitan saat harus menghadapi peristiwa atau ancaman yang “tidak seperti biasanya”.

Terkait dengan penjelasan teori diatas, kita pun seolah menyaksikannya saat ini. Pandemi COVID-19 laksana black swan yang sebelumnya tak pernah terbayangkan akan memiliki implikasi yang sedemikian dahsyat dan signifikan. Pandemi yang telah membunuh lebih dari ribuan hingga jutaan manusia dunia dan mengguncang berbagai negara-negara di dunia termasuk di Indonesia.

Virus corona ini telah mengakibatkan pasar bereaksi secara berlebihan sehingga valuasi IHSG terkoreksi lebih rendah dalam 10 tahun terakhir. Saat ini, PE Bursa Efek Indonesia berada pada level 12,4 kali dibandingkan rata-ratanya sekitar 15 kali. Artinya, PE tersebut sangat murah jika dibandingkan historikalnya. Para pelaku pasar berekspektasi pemulihan bursa dapat berlangsung dalam jangka menengah atau bahkan jangka panjang. Jika dibandingkan dengan wabah SARS pada 2003, bursa merespon negatif sejak Januari-Maret 2003. Kendati demikian, satu tahun kemudian bursa melonjak.

Ilustrasi oleh Detik Finance

Penyebaran COVID-19 sangat cepat bahkan sampai ke lintas negara. Penyebaran virus corona yang telah meluas ke berbagai belahan dunia membawa dampak pada perekonomian dunia baik dari sisi perdagangan, investasi, maupun pariwisata. China merupakan negara eksportir terbesar dunia. Indonesia sering melakukan kegiatan impor dari China. China merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia. Penyebaran pandemi COVID-19 yang terjadi di China menyebabkan perdagangan China memburuk dan berdampak pada perdagangan dunia, termasuk Indonesia.

Penerimaan pajak sektor perdagangan juga mengalami penurunan, padahal sektor ini memiliki kontribusi kedua terbesar terhadap penerimaan pajak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor migas dan non-migas mengalami penurunan yang disebabkan karena China merupakan importir minyak metah terbesar. Selain itu, penyebaran pandemi COVID-19 juga berdampak pada investasi karena masyarakat akan lebih berhati-hati saat membeli barang maupun berinvestasi pandemi. COVID-19 ini juga mempengaruhi proyeksi pasar sehingga investor bisa menunda investasi karena ketidakjelasaan supply chain atau akibat asumsi pasarnya berubah.

Dari sektor ekonomi lokal, penyebaran pandemi COVID-19 ini sangat berdampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat lokal. Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS), meningkatnya penyebaran pandemi COVID-19 ini sangat berdampak pada sektor pariwisata yakni berkurangnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, sehingga sektor penunjang pariwisata seperti hotel, restoran, maupun pengusaha retail pun juga akan terpengaruh dengan adanya pandemi COVID-19 ini. Penyebaran pandemi COVID-19 juga berdampak pada sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) karena para wisatawan yang datang ke suatu destinasi biasanya akan membeli buah tangan untuk dibawa pulang. Namun jika wisatawan yang berkunjung berkurang, maka omset UMKM juga akan menurun. Semakin banyaknya rentetan dampak virus ini akan menjadi kendala dalam perekonomian tidak hanya Indonesia bahkan dunia. Jika tidak segera diatasi dengan perhatian khusus wabah ini dapat mengganggu perekonomian kedepannya. Pertumbuhan ekonomi yang menurun bisa membuat dampak yang besar bagi kelangsungan bisnis dan investasi di semua sektor khususnya di Indonesia kedepannya.

Berikut ini terdapat langkah-langkah yang bisa diambil pemerintah dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi dan sistem keuangan di indonesia :

1. Pemberian Suntikan Modal dipermudah bagi UKM dan UMKM
Hal ini didasari untuk menjaga sistem keuangan dan stabilitas ekonomi indonesia. Dengan menerapkan kebijakan ini dapat mendukung stimulus pertumbuhan ekonomi untuk debitur yang terkena dampak penyebaran COVID-19. Sehingga tidak ada lagi kekhawatiran yang muncul dari para pebisnis UKM dan UMKM.

2. Dorongan stimulus bisnis bagi UKM dan UMKM
Disamping memudahkan hak akses masyarakat terhadap bank konvensional untuk mengurus segala kebutuhan permodalan, perlu adanya stimulus bisnis baru di indonesia dan juga memperluas kapasitas industri sektor manufaktur. Sehingga dengan strategi ini diharapkan perekonomian tetap terjaga dengan baik.

3. Relaksasi keuangan bagi dunia usaha oleh BP Jamostek
Dengan tujuan agar para pebisnis tidak perlu khawatir lagi dengan nasib para pegawainya atas dampak penyebaran wabah ini.

4. Memberikan keringan pajak bagi industri manufaktur
Untuk menjaga sektor rill tetap berjalan dan menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil demi mendorong kinerja ekonomi domestik perlu adanya kebijakan stimulus fiskal dalam rangka penanganan COVID-19. Dengan adanya kebijakan ini juga dapat meminimalisir risiko kerugian biaya perusahaan.

5. Peningkatan layanan dan pengawasan Ekspor-Impor
Selain mengambil langkah strategis dalam kebijakan fiskal pemerintah juga harus mengambil kebijakan non fiskal dengan tujuan untuk memberi dorongan lebih terhadap aktivitas ekspor-impor.

Selain beberapa langkah-langkah strategis diatas, penyampaian informasi saya rasa penting juga kepada tenaga kerja tentang menilai potensi risiko gangguan bisnis dengan cara membuat rencana bisnis yang kesinambungan bisnis dan konsisten dengan pedoman yang telah disepakati bersama. Serta identifikasi dan mitigasi risiko terhadap pekerja dan orang lain yang terhubung ke tempat kerja yang terpapar COVID-19. Serta mempromosikan kebersihan tempat kerja dan menerapkan prinsip-prinsip jarak sosial di tempat kerja, juga menilai kewajiban bisnis untuk kompensasi pekerja, khususnya di sektor-sektor dengan yang berisiko tinggi terhadap paparan terhadap COVID-19.

Sumber: WHO

Selain itu juga pemerintah harus bekerjasama dan bersinergi dengan ILO untuk mengoptimalkan peran kesepakatan bilateral dan multilateral serta saran dan dukungan dari perusahaan dan organisasi keanggotaan bisnis yang dapat membentuk langkah-langkah kebijakan yang kondusif, efektif, dan efisien untuk ketahanan dan keberlanjutan bisnis di Indonesia. Demikian pula seluruh masyarakat perlu ikut bertanggung jawab atas kejadian pandemi ini dan menjadi bentuk perjuangan yang perlu dibangun dalam rangka mewujudkan kesehatan semesta bangsa Indonesia. Dorongan dari pemerintah, berbagai profesi, tokoh agama, tokoh panutan, dan berbagai unsur terkait dapat menjadi sumber penggerak. Dorongan tersebut perlu disampaikan dalam bentuk arahan bahwa kontribusi menjaga diri, keluarga, dan masyarakat adalah upaya gotong royong yang perlu dilakukan serta senantiasa dikumandangkan secara terus menerus.

Di lain sisi, penyebaran pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak negatif, namun memberikan dampak positif yang jarang disadari oleh banyak kalangan yakni berdampak positif pada perekonomian indonesia yakni salah satunya adalah terbukanya peluang pasar ekspor baru selain China. Selain itu, peluang untuk memperkuat ekonomi dalam negeri juga dapat terlaksana karena pemerintah akan lebih memprioritaskan dan memperkuat daya beli dalam negeri daripada menarik keuntungan dari luar negeri. Kondisi ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sebuah evaluasi agar investasi bisa lebih stabil meskipun perekonomian global sedang terguncang hebat.

Maka dari itu perlunya sebuah semangat gotong royong merupakan semangat kebersamaan yang perlu dibangun untuk mewujudkan Indonesia yang sehat, kuat, dan hebat!

Sumber:
Harsa , Johan. Corona sebuah Ironi. https://www.kompasiana.com/johanharsa6039/5e63002a097f36116b5d34c5/corona-sebuah-ironi#. Diakses pada 23 April 2020
Pradipta Galih. Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar. https://kumparan.com/kumparansains/bencana-virus-corona-di-indonesia-ketika-suara-ilmuwan-tak-didengar-1tAEm1zFpKv/full. Diakses pada 22 April 2020
CS, Hery. Bergegas Tanggap Bencana, Menghadapi Fenomena Black Swan berupa Pandemi Corona, Apa Kuncinya?https://www.radioidola.com/2020/bergegas-tanggap-bencana-menghadapi-fenomena-black-swan-berupa-pandemi-corona-apa-kuncinya/. Diakses pada 23 April 2020

Profil Penulis

Aling Mai Linda Sari Putri, mahasiswi Universitas Lampung.

Tinggalkan Balasan