Delegasi yang dikirimkan oleh PSBH FH UNILA mengikuti lomba mediasi untuk pertamakalinya pada Kompetisi Mediasi Tingkat Nasional Piala Mahkamah Agung atau yang kita kenal dengan Tarumanagara Law Fair II. Para delegasi dari PSBH FH UNILA bersaing dengan belasan delegasi dari KPS (Komunitas Peradilan Semu) di Fakultas Hukum Universitas lainnya.

Pada keterangan yang diterima, Jumat (15/03/2019), terdapat 12 delegasi dari Universitas berbeda yang berkompetisi di ajang Kompetisi Nasional yang diadakan oleh Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara ini, termasuk pula UNILA. Dua belas delegasi tersebut diantaranya berasal dari KPS di Fakultas Hukum Universitas Lampung, Universitas Syah Kuala, Universitas Islam Nasional Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Jendera Soedirman, Universitas Islam Nasional Alauddin Makassar, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Panca Bhakti Pontianak, Universitas Islam Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Gadjahmada, Universitas Muhammadiyah Metro, dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Ada beberapa tahap yang dilalui dalam mengikuti kompetisi ini, yang pertama tentunya melakukan pendaftaran yang dimulai dengan seleksi berkas pada akhir tahun lalu hingga awal tahun 2019 ini. Kemudian dilanjutkan dengan tahap seleksi berkas babak penyisihan hingga 15 Februari 2019 yang mana tahap ini menyisihkan beberapa universitas dan menghasilkan 12 Universitas yang telah disebutkan sebelumnya untuk mengumpulkan berkas final dan mengikuti Kompetisi Tarumanagara Law Fair II pada tanggal 26 s.d 28 April 2019.

Dalam kompetisi mediasi tersebut, dilakukan persidangan di babak penyisihan dan persidangan di babak final. Babak penyisihan dilakukan dalam 4 grub yang masing masing terdapat 3 delegasi. Delegasi yang lolos babak penyisihan, yakni yang menempati peringkat pertama dalam grub tersebut, berhak untuk melanjutkan kompetisi ke babak final.

Untuk berkas, UNILA memperoleh urutan ke-4 dengan skor 372. Skor tersebut berada di bawah perolehan skor Universitas Indonesia, Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dengan masing-masing perolehan skor 398, 391, dan 380. Untuk persidangan pada tahap penyisihan dalam grub, UNILA meraih urutan ke-2 dengan perolehan skor 1897, setelah Universitas Gadjah Mada dengan skor 1945,1.

Delegasi yang dikirim PSBH FH UNILA ini beranggotakan M. Ivander Philothra, Pingkan R. Andini, Malik Rizky, Ni Wayan Gita Pratisthita, Afat Imam Ghozally, dan Rizki Ferdiansyah dengan didampingi oleh Julia Santika dan Fariz Azhar. Mereka berhasil melukis sebuah prestasi dimana bahwasanya mereka dapat membuktikan kebolehannya untuk berkompetisi di kali pertamanya mengikuti kompetisi mediasi tingkat nasional, dengan perolehan skor yang tidak jauh dari perolehan skor dari delegasi Universitas lain yang berkesempatan melanjutkan ke babak final.

“Delegasi MA sudah memberikan usaha terbaiknya dan memberikan perlawanan terhadap para universitas besar yang telah berpengalaman dikompetisi ini.  Namun memang belum rezeki kita ditahun ini, semoga untuk delegasi ditahun mendatang bisa lebih baik lagi. Semoga kedepannya kita diberikan rezeki serta kesempatan untuk lolos ke babak final dan membawa pulang predikat juara untuk universitas tercinta”, ujar Julia Santika selaku Ketua Bidang Mootcourt PSBH FB UNILA yang mendampingi para delegasi.

Tinggalkan Balasan