Dokter Anda Tidak Disiplin? Lapor! Ke MKDKI

0
234

Oleh : Widya Saputri

Anngota Muda 2016

Pada dasarnya keselamatan seorang pasien ditentukan oleh suatu sistem, di mana pelayanan medis dilakukan berdasarkan asuhan kepada pasien secara aman, dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan tertentu, di luar prosedur yang seharusnya diambil.
Demi mewujudkan perlindungan bagi masyarakat penerima jasa pelayanan kesehatan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatann dari dokter dan dokter gigi terhadap pasien, maka dibentuklah lembaga independen yang bertanggung jawab terhadap Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yaitu Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) sebagai lembaga penegak disiplin kedokteran.

Jika suatu kerugian terjadi terhadap pasien karena kesalahan dokter dalam malakukan upaya kesehatan yang disebabkan kelalaian atau kurang hati-hatinya dokter, maka berdasarkan Pasal 66 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran menyebutkan bahwa setiap orang yang mengetahui atau kepentingannya dirugikan atas tindakan dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran dapat mengadukan secara tertulis kepada ketua Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI), atas dugaan pelanggaran disiplin kedokteran.

Disiplin kedokteran merupakan aturan-aturan dan/atau ketentuan penerapan keilmuan dalam melaksanakan pelayanan yang harus diikuti oleh dokter dan dokter gigi. Pengaduan sekurang-kurangnya harus memuat identitas pengadu, nama dan alamat tempat praktik dokter atau dokter gigi, dan waktu tindakan dilakukan, serta alasan pengaduan.

Selanjutnya MKDKI akan memeriksa dan memberikan keputusan terhadap pengaduan yang berkaitan dengan pelanggaran disiplin. Keputusannya dapat berupa dinyatakan tidak bersalah atau pemberian sanksi disiplin yang dapat berupa:

  1. Pemberian peringatan tertulis.
  2. Rekomendasi pencabutan surat tanda registrasi atau surat izin praktik, dan/atau
  3. Kewajiban mengikuti Pendidikan atau pelatihan di institusi Pendidikan kedokteran atau kedoktera gigi.

Selain hak untuk mengadukan adanya kerugian yang dirasakan oleh pasien kepada MKDKI sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, UU Praktik Kedokteran juga memberikan hak bagi pasien untuk melaporkan adanya dugaan tindak pidana kepada pihak yang berwenang, atas dasar kelalaian yang dilakukan oleh dokter dalam mengupayakan penyembuhan pasien berdasarkan Pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang kelalaian yang menyebabkan kematian, dan Pasal 360 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang kelalaian yang menyebabkan luka, dan/atau menggugat secara perdata ke Pengadilan Negeri berdasarkan Pasal 1366 KUH Perdata dengan dasar gugatan yaitu kelalaian dokter dalam menegakan diagnosis saat melaksanakan praktik kedokteran.

Profil Penulis:

Widya Saputri adalah Anggota Kelompok Rectvinding yang berhasil menyabet Juara 1 pada event Piala Dekan 2017

Tinggalkan Balasan