Rangkaian National Moot Court Competition Anti Human Trafficking Piala Prof. Hilman Hadikusuma Tahun 2025 resmi dibuka pada Jumat, 17 Oktober 2025, bertempat di Lamban Gedung Kuning Bandar Lampung. Kegiatan bergengsi dua tahunan ini diselenggarakan oleh Pusat Studi Bantuan Hukum (PSBH) Fakultas Hukum Universitas Lampung dan diikuti oleh delegasi mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme dengan kehadiran sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Gubernur Provinsi Lampung, dr. Jihan Nurlela, M.M., yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Turut hadir pula Raja Adat dan Mantan Kapolda Lampung, Irjen. Pol. (Purn.) Dr. H. Ike Edwin, S.I.K., S.H., M.H., M.M., selaku tuan rumah Lamban Kuning; Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., ASEAN Eng.; serta Dekan Fakultas Hukum Unila, Dr. Muhammad Fakih, S.H., M.S. dan jajaran wakil dekan — Dr. Ahmad Irzal Fardiansyah, S.H., M.H., Dr. Budiyono, S.H., M.H., dan Dr. Rudi Natamiharja, S.H., DEA.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, M.M. menyampaikan apresiasinya terhadap Fakultas Hukum Universitas Lampung yang telah konsisten menyelenggarakan kegiatan berskala nasional ini sebagai wadah pengembangan kapasitas mahasiswa hukum. “Kegiatan seperti ini, penting untuk membentuk mahasiswa hukum yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas, empatik, dan siap menjadi penegak hukum yang membawa perubahan positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Irjen. Pol. (Purn.) Dr. Ike Edwin , S.I.K., S.H., M.H., M.M. menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, aparat penegak hukum, dan pemerintah dalam mengatasi kasus perdagangan orang. ”Tidak ada kesejahteraan tanpa hukum. Indonesia tidak akan sejahtera tanpa hukum, dan keadilan tidak mungkin tercapai tanpa hukum” tuturnya.
Sementara itu, Rektor Unila Prof. Dr. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa Unila memiliki tanggung jawab moral dan akademis untuk mencetak generasi hukum yang berintegritas dan humanis. “Fakultas Hukum harus melahirkan praktisi hukum yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap isu-isu kemanusiaan yang terjadi di masyarakat,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada sidang penyisihan yang digelar pada 18 Oktober 2025 di Pengadilan Negeri Kelas I A Tanjung Karang. Tahap ini diikuti oleh seluruh delegasi dari berbagai universitas yang berpartisipasi, di mana masing-masing tim menampilkan simulasi persidangan perkara tindak pidana perdagangan orang. Para peserta diuji dalam kemampuan menyusun berkas perkara, menyampaikan argumentasi hukum, dan berdebat layaknya proses peradilan nyata.
Sidang penyisihan turut dihadiri oleh jajaran Kejaksaan Tinggi Lampung, Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, Praktisi Hukum yang Meliputi Pengacara dan Hakim, serta Akademisi Fakultas Hukum Universitas Lampung yang memberikan penilaian sekaligus apresiasi terhadap performa para peserta.
Setelah melalui tahap penyisihan yang ketat, kompetisi berlanjut pada sidang final yang kembali dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2025 di Pengadilan Negeri Kelas I A Tanjung Karang. Babak final ini hanya diikuti oleh empat tim terbaik dari universitas yang berhasil lolos berdasarkan hasil penilaian sebelumnya pada tahap penyisihan. Dalam tahap penentuan ini, suasana ruang sidang terasa semakin intens ketika para finalis menampilkan argumentasi hukum dan strategi litigasi terbaik mereka di hadapan dewan juri.
Sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan, digelar Closing Ceremony di Gedung Semergou Pemerintah Kota Bandar Lampung pada 19 Oktober 2025. Acara ini menjadi momen puncak dengan pengumuman para juara dan pemberian apresiasi kepada seluruh delegasi dan pihak pendukung. Turut hadir perwakilan Pemerintah Kota Bandar Lampung, Civitas Akademika Fakultas Hukum Unila, dewan juri, alumni UKM-F PSBH, serta sponsorship yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini.
Adapun hasil akhir kompetisi menetapkan Universitas Andalas sebagai Juara Umum, disusul oleh Universitas Sam Ratulangi sebagai Runner Up I, Universitas Warmadewa sebagai Runner Up II, dan Universitas Tarumanagara sebagai Runner Up III.
Berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi refleksi atas keberhasilan UKM-F PSBH Fakultas Hukum Universitas Lampung dalam menghadirkan kompetisi yang tidak hanya menguji kemampuan hukum peserta, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar universitas di Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi tradisi tahunan yang menginspirasi dan memperkuat kualitas pendidikan hukum di tanah air.
Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam acara NMCC AHT Piala Prof. Hilman Hadikusuma Tahun 2025 ini, baik dari pihak panitia, alumni, universitas dan fakultas, serta berbagai pihak yang menjadi pendukung jalannya acara, pihak sponsor, dan juga media partner.
Tinggalkan Balasan